May 17 2009

karuwak

Install Driver wifi bcm4312 dengan ndiswrapper

Filed under linux / Slackware

Mm…….mmm sebenarnya ada 2 cara untuk install driver wifi di slackware, pertama dengan wl bawaan dari broadcom linux dan kedua dengan ndiswrapper…. Dengan menggunakan driver b43 bcm4312 blum support sama sekali dan masih dalam masa tahap pengembangan. So, pilih mana???

Disini saya akan menjelaskan tutorial yang masih untuk nubi.. he.. soale nich request teman2 Techno-OS.. :D
Alat perang yang perlu dipersiapkan adalah ndiswrapper dan driver winXP. Ente dapat nyedot di :

ndiswrapper slackware 12.2 >

http://kambing.ui.edu/slacky/slackware-12.2/system/ndiswrapper/1.54/ndiswrapper-1.54-i486-1sal.tgz
Driver bcm3212 >> http://novizul-c6.web.ugm.ac.id/driver/wifindisc-bcm4312.tar.gz
Install dlu ndiswrappernya :

$su

(password root ente)

#installpkg ndiswrapper-1.54-i486-1sal.tgz

ekstrak driver bcm4312

$tar -xvf wifindisc-bcm4312.tar.gz

$cd wifindisc-bcm4312/bcmwl5/

saatnya install driver dengan ndiswrapper

$su

(password root ente)

#ndiswrapper -i bcmwl5.inf

tinggal load ke ke kernel…

#modprobe ndiswrapper

nah, selesai de… untuk mastiin, coba check dengan perintah “dmesg | tail”:

ADDRCONF(NETDEV_CHANGE): wlan0: link becomes readywlan0: no IPv6 routers present

udah terdeteksi de dengan nama wlan0, tahap selanjutnya tinggal aktifin aja lagi wlan0 nya.. :

root@darkstar:/mnt/1/driver-cq205/wifindisc-bcm4312/bcmwl5#dmesg | tail
ndiswrapper: driver bcmwl5 (Broadcom,09/20/2007, 4.170.25.12) loaded
ndiswrapper 0000:02:00.0: PCI INT A -> GSI 17 (level, low) -> IRQ 17
ndiswrapper 0000:02:00.0: setting latency timer to 64
ndiswrapper: using IRQ 17
wlan0: ethernet device 00:21:00:71:25:cf using NDIS driver: bcmwl5, version: 0×4aa190c, NDIS version: 0×501, vendor: ‘NDIS Network Adapter’, 14E4:4315.5.conf
wlan0: encryption modes supported: WEP; TKIP with WPA, WPA2, WPA2PSK; AES/CCMP with WPA, WPA2, WPA2PSK
usbcore: registered new interface driver ndiswrapper
ADDRCONF(NETDEV_UP): wlan0: link is not ready

#ifconfig wlan0 up

sekarang coba check wifinya dengan perintah “ifconfig”:

root@darkstar:/mnt/1/driver-cq205/wifindisc-bcm4312/bcmwl5# ifconfig
lo        Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
RX packets:40 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:40 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:2632 (2.5 KiB)  TX bytes:2632 (2.5 KiB)

wlan0 Link encap:Ethernet  HWaddr 00:21:00:71:25:cf
inet addr:192.168.1.152  Bcast:192.168.1.159  Mask:255.255.255.240
inet6 addr: fe80::221:ff:fe71:25cf/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:248 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:91 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:20626 (20.1 KiB)  TX bytes:24153 (23.5 KiB)
Interrupt:17 Memory:98700000-98704000

udahkan…. Tahap selanjutnya jadikan ndiswrapper aktif trus setiap linux ente boot dengan command “ndiswrapper -ma” :

root@darkstar:/mnt/1/driver-cq205/wifindisc-bcm4312/bcmwl5# ndiswrapper -ma

module configuration information is stored in/etc/modprobe.d/ndiswrapper

Udah de… rebes semuanya… Sekarang saatnya hotspotan ja dikampus….

One response so far

May 11 2009

karuwak

Install berbagai macam paket linux di slackware

Filed under linux / Slackware

Paket installasi dalam linux yaitu sangat banyak dan berbagai jenis paket installasi yang disediakan. Misalnya saja distro linux slackware, yaitu memilki paket *.tgz sebagai file paket standard installasinya.. Disini saya akan menjelaskan sedikit dari berbagai jenis paket installasi dalam linux yang banyak ditemui yang akan diinstall pada slackware… Lanjut aja yach, nich berberapa paket yang akan saya jelaskan :

*.TGZ
Paket ini adalah default installasi untuk distro linux slackware. Cara installasi paket TGZ yaitu dengan cara :

$su
(masukkan pasword root anda)

#installpkg nama-paket.tgz
–> installasi paket akan dilakukan

*.RPM
paket ini default installasi untuk distro linux redhat/fedora. Dalam melakukan installasi paket ini keslackware, terlebih dahulu diconvert ke paket slackware agar nantinya dapat diinstall. Untuk mengkonversinya yaitu :

$su
(password root anda)

#rpm2tgz nama-paket.rpm
–> paket tgz akan dibuat sesuai dengan nama paket yang masih berekstensi .rpm, jadi ada 2 paket yang sama dengan ekstensi yang beda (.rpm dan .tgz). Yang dapat melakukan konversi ini hanya root

#installpkg nama-paket.tgz
–> installasi paket akan dilakukan.

*.DEB

Paket ini adalah paket istallasi untuk distro linux debian atau turunannya. (contohnya ubuntu). Untuk melakukan installasi paket ini di slackware, maka harus dikonversi ke paket .tgz. Sayangnya default nya installasi slackware, dia tidak sanggup melakukan konvers paket debian inii, maka digunakan program pihak ke-3 yaitu namanya “alien”
Petama download dlu alien di http://kitenet.net/~joey/code/alien/, ambil paket yang stabil aja. Ni sedikit manual dari alien yang udah diinstall di compi ane :

NAME
alien - Convert or install an alien binary package

SYNOPSIS
alien [--to-deb] [--to-rpm] [--to-tgz] [--to-slp] [options] file [...]

DESCRIPTION
alien is a program that converts between Red Hat rpm, Debian deb, Stampede slp, Slackware tgz, and Solaris
pkg file formats. If you want to use a package from another linux distribution than the one you have
installed on your system, you can use alien to convert it to your preferred package format and install it.
It also supports LSB packages.

Cara menggunkananya, seperti di manual yach!! Kalau mau download langsung, nich sedot di http://ftp.de.debian.org/debian/pool/main/a/alien/alien_8.75.tar.gz

*.TAR.GZ
File type ini adalah program paket source, jadi untuk menginstallnya harus diexstrack dulu. Untuk tahap installasi jenis paket ini yaitu :

$tar -xzvf nama-paket.tar.gz
–> lakukan ekstrak paket source

Untuk tahap selanjutnya, tinggal baca dlu README yang ada dalam paket source tersebut. Karena untuk melakukan installasi paket ini berbeda - beda, nich contoh install paket standard setelah melakukan exkstak diatas.

$cd folder-paket-terexstrak
–> masuk ke direktory paket source yang sudah di exsktrak.
$./configure
–> persiapkan paket yang akan dibuild
$make
–> bentuk file untuk persiapan installasi
$su
–> masukkan password root
#make install
–> lakukan installasi terhadap system.

Setelah itu selesai de lakukan installasi…. Upsss, nich ada contoh lain yach, kita langsung praktekin install paket alien yang udah didownload diatas.

$tar -xzvf alien_8.74.tar.gz
–> ekstrak file tar.gz
$cd alien
–> masuk ke direktory hasil ekstrak

Disini, kita baca dulu README-nya sebagai panduan. Untuk panduan installasi paket ini, baca dulu INSTALL. Isinya file INSTALL disini kurang lebih :

To try alien before installing, just run ./alien.pl from this directory. Most
features will work prior to installation.

To install alien, become root and type:
perl Makefile.PL; make; make install

To use alien, you’ll need a variety of other software. See the README for
details.

Nach, ternyata beda cara lakukan installasinya. Tinggal turuti aja seperti panduan install dengan hak akses root langsung.

$su
–> masukkan password root
#perl Makefile.PL; make; make install
–> lakukan pembuatan Makefike, bikin paket, selanjutnya install paket

Selesai de install alien di lepi ente, tanda “;”(tanpa tanda petik) itu adalah pemisah perintah. Jadi dia melakukan 3 perintah untuk melakukan installasi.

*.TAR.BZ2
File type jenis ini juga sama dengan file tar.gz, yaitu sama-sama hasil kompresan. Tetapi tar.bz2 lebih kecil hasil kompresinya dibandingkan dengan file tar.gz. Untuk melakukan installasi jenis paket ini, yaitu sama dengan tar.gz, tetapi cara mengekstraknya yang beda, commandnya :

$tar -xvf nama-paket.tar.bz2
–> Lakukan ekstrak file

Langkah selanjutnya, sama de… tinggal baca README ama INSTALL untuk melakukan installasi paket source sesuai anjuran developnya..

Sekian ocehan yang lumayan penting ntuk nubi, maaf ya untuk anggota club linux DTE (RisQi), jarang ada waktu untuk menulis ini he… akhirnya request kalian aq tulis juga dengan seadanya!!!!

No responses yet

May 11 2009

karuwak

Pengganti Locate linux di OpenSolaris

Filed under Unix / OpenSolaris

Pengalaman saya yach waktu migrasi ke OPSOL, kok g’ nemu yang namanya locate.. kan enak kalau ada locate, biar gampang cari file yang mau dicari… Ternyata ada sedikit perbedaan biar locate ada di OPSOL tanpa harus install program locate.

Ternyata namanya diganti dengan “slocate”, tapi g’ dapat dijalankan langsung… So, harus dibikin dlu t4 databesenya.. he.. Lanjut aja yach… :

$pfexes su

#touch /etc/updatedb.conf

#updatedb

Tunggu dlu de semua data dientry oleh updatedb. Setelah selesai, tinggal jalanin de slocate-nya. Misalnya cari file yang namanya karuwak di /export/home/karuwak. Nah langsung aja… contohnya :

$slocate karuwak | grep /ekport/home/karuwak

Atau cari file yang g’ tau posisinya dengan nama file karuwak.. malah tinggal langsung di slocate

$slocate karuwak

Sampe segini dlu sharingnya.. he.. maklum dah, orang katrok.. migrasi dari linux ke opensolaris awalnya membingungkan.. :D

No responses yet

May 05 2009

karuwak

Addons Firefox untuk Hacking

Filed under hacking

Para hacker atau para nubie seperti saya ini.. Nich ada beberapa addons firefox sebagai tools yang sangat membantu untuk melakukan aksi pentetrasi atau hacking.

Tamper Data
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/966
Lets you modify headers as well as POST data in an easy to manage way

Hackbar

https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/3899
Lets you modify URLs in a big huge box, makes SQL injections a lot easier to see and manage. Update for FF3 coming out next week.

Poster
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2691
Similar to tamper data but takes a more advanced approach.

Cookie Watcher
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/1201
Watches cookies from the status bar

FireCookie
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/6683
The above..but as a firebug plugin

Firebug
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/1843
You MUST have this if your ever messing with sites. Easily allows you to view/edit source HTML as well as CSS and JS debuggin

ASNumber
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2072
Displays IP informatoin and more about the website your visiting

Form Free
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/6727
In page input box editor. Allows you to edit hidden inputs as well as disabled.

HTTPFox
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/user/117846
Indepth HTTP Analyzer

No responses yet

Apr 19 2009

karuwak

DTrace Basic

Filed under Dtrace, Unix / OpenSolaris

DTrace adalah sebuah fasilitas perunut dinamis komprehensif yang tersedia di Sistem Operasi Solaris 10. Pemanfaatan fasilitas ini ditujukan kepada:

  • Administrators System
  • Teknisi Pendukung Layanan (Service Support Personnel)
  • Pengembang Kernel
  • Pengembang Program Applikasi
  • DTrace dapat digunakan oleh root dan pengguna biasa yang diberi hak-khusus DTrace melalui fasilitas Role-based Access Control (RBAC) di Solaris 10.

Fitur-fitur DTrace

DTrace memiliki fitur-fitur berikut:

  • Memungkinkan modifikasi dinamis terhadap sistem untuk mengumpulkan data-data tertentu
  • Melakukan perunutan di sistem yang aktif
  • Sangat aman karena tidak menimbulkan kegagalan fatal yang tak-terduga
  • Memungkinkan perunutan terhadap program kernel dan program tingkat-pengguna
  • Menjalankan fungsinya dengan beban-kerja rendah ketika perunutan terjadi dan beban-kerja nol ketika perunutan tidak dilakukan.

Kegagalan Transien

Fasilitas DTrace sangat berguna untuk menemukan penyebab utama kegagalan transien. Kegagalan transien adalah suatu perilaku yang tak-diharapkan tetapi tidak menyebabkan kegagalan fatal di sistem. Misalnya:

  • Sebuah aplikasi terhenti dengan pesan kesalahan “file tidak ditemukan”
  • Sebuah aplikasi tidak memberikan tanggapan apa-apa, terperangkap dalam sebuah loop di tingkat pengguna (userland level)
  • Atau, kegagalan transien dipahami juga sebagai sebuah definisi operasi sistem yang “tidak seperti diharapkan”:
  • “Kami berharap per CPU dapat mengakomodasi 100 pengguna, tetapi kenyataan hanya mendukung hingga 60 pengguna CPU.”
  • “Setiap pagi antara pukul 9:30 dan 10:00, kinerja sistem menurun secara drastis”
  • “Mengapa pewaktuan sistem “go way up” ketika saya menjalankan aplikasi ‘X’?”

DTrace dikembangkan untuk menyediakan metode yang lebih efisien dan efektif-biaya untuk mencari penyebab kegagaln transien. Selama ini telah tersedia utilitas-utilitas terfokus-proses untuk men-debug kegagalan transien seperti:

  • truss(1)
  • pstack(1)
  • prstat(1M)

Sayangnya, utilitas-utilitas ini tidak dirancang untuk men-debug masalah-masalah sistemik

Utilitas seperti mdb(1) dan Solaris Crash Analysis Tool (Solaris CAT) dirangcang untuk analisa ***-kematian. Analisa ***-kematian (post-mortem analysis) dapat dilakukan untuk men-debug kegagalan transien dengan menginduksikan kegagalan fatal selama periode kegagalan transien. Sangat nyata, bahwa teknik ini memiliki kekurangan-kekurangan sebagai berikut:

  • Memerlukan penginduksian kegagalan fatal yang hampir selalu memerlukan waktu-tanpa-layanan (downtine) yang lebih lama dibandingkan kegagalan transien-nya sendiri.
  • Ini memerlukan pemecahan masalah yang dinamis dari snapshot statik status sistem.

Men-debug dengan Teknik-teknik yang Invasif

Utilitas-utilitas di atas tidak dapat menemukan penyebab utama kegagalan transien sehingga dibuat teknik-teknik yang lebih invasif. Ini memerlukan pengembangan instrumentasi khusus untuk program kernel dan program pengguna yang mengalami kegagalan. Teknik ini memerlukan fasilitas yang disebut Trace Normal Form (TNF) yang digunakan untuk mereproduksi masalah yang sama dengan menggunakan biner-biner ter-instrumentasi. Teknik ini dilakukan dengan:

  • Menjalankan biner-biner ter-instrumentasi di lingkungan produksi
  • Mereproduksi masalah transient di lingkungan pengembangan

Teknik seperti ini tidak banyak dipraktekan karena memerlukan waktu yang lama, besar kemungkinan mengalami kesalahan dan seringkali tidak efektif.

Kemampuan-kemampuan DTrace

Kerangka kerja DTrace memiliki sekitar 10000 titik-titik perunutan yang disebut probe. Ketika titik instrumentasi diaktifkan maka pengumpulan data-data di dalam kernel atau proses pengguna dapat dilakukan.
Sebuah contoh probe yang disediakan oleh kerangka-kerja DTrace adalah titik-masuk (entry) ke dalam setiap fungsi-fungsi kernel. Informasi yang dapat diperoleh ketika probe ini aktif adalah:

  • Setiap argumen yang diberikan kepada fungsi tersebut
  • Variable global yang ada di dalam Kernel
  • Catatan waktu dalam nanosecond yang diperlukan ketika sebuah fungsi dipanggil
  • Perunutan terhadap stack untuk mengindikasikan kode-kode apa yang dipanggil oleh fungsi ini
  • Process yang sedang berjalan ketika fungsi ini dipanggil
  • Thread yang membuat panggilan terhadap fungsi ini

Gunakan DTrace untuk mengeksplorasi terhadap semua aspek di dalam Solaris 10 OS  sehingga bermanfaat untuk:

  • Memahami bagaimana perangkat lunak tertentu bekerja
  • Menentukan penyebab-utama masalah-masalah kinerja
  • Mengamati semua lapisan fungsional perangkat lunak dari tingkat pengguna hingga kernel
  • Melacak sumber dari perilaku tak-normal

DTrace dilengkapi dengan primitif-primitif manajemen data yang tangguh untuk menyingkirkan kebutuhan ***-pemprosesan data yang terkumpul. Data unwanted di pruned as cloase to the source as possible untuk mencegah beban-kerja akibat membangkitkan dan memfilter unwanted data. DTrace juga menyediakan mekanisme untuk merunut selama proses boot dan mendapatkan semua data perunutan dari kernel crash dump.

Arsitektur DTrace

DTrace membantu pemahaman kerja sistem perangkat lunak dengan kemampuannya untuk secara dinamis memodifikasi kernel dan proses pengguna untuk merekam data tambahan yang dispesifikasikan di lokasi tertentu.

Probe
Probe adalah sebuah lokasi program atau aktifitas – contoh, setiap tik pendetak sistem – dimana kepada probe DTrace dapat mengikatkan sebuah permintaan untuk melakukan sekumpulan aksi seperti merekam penelusuran stack, catatan waktu atau argumen sebuah fungsi.

Bagaimana Probe bekerja?
Probes mirip dengan sensor dapat-diprogram yang disisipkan di titik-titik strategis di dalam sistem operasi. DTrace berguna untuk memprogram sensor-sensor tertentu untuk merekam informasi yang diperlukan. Saat setiap probe memicu (fires), DTrace mengumpulkan data yang berasal dari probe dan menampilkannya ke pengguna. Jika tidak ada aksi dispesifikasikan, DTrace merekam kapan setiap probe memicu dan di CPU mana.

Penyedia (Providers)
Penyedie DTrace menyediakan sekitar 10000 berbagai tipe probe. Probe diimplementasikan oleh penyedia. Sebuah penyedia adalah modul kernel yang mengaktifkan probe agar memicu ketika diakses. Salah satu penyedia adalah penyedia fbt “funcation boundary. Penyedia ini menyediakan probe titik-masuk dan titik-balik untuk hampir semua fungsi di dalam modul kernel.

Bagaimana Probes diaktifkan ?
Probes dan aksi didefinisikan dengan menggunakan bahasa pemograman D. Bahasa D dibuat berbasiskan bahasa pemograman C. Biasanya program D disimpan di dalam file skrip berakhiran .d. Program D diteruskan kepada Konsumer DTrace. Konsumer DTrace generik utama adalah perintah dtrace(1M).
Program D yang dibuat oleh pengguna dikompilasi oleh Konsumer DTrace menjadi bentuk objek yang disebut D intermediate Format (DIT). DIT kemudian dikirim ke kerangka-kerja DTrace di dalam kernel untuk dieksekusi. Probe-probe yang terdapat di dalam program D kemudian di-enable dan penyedia bersangkutan melakukan instrumentasi yang diperlukan untuk memicu probe-probe tersebut.

Komponen-komponen DTrace

DTrace memiliki komponen-komponen berikut:

  • Probe
  • Penyedia
  • Konsumer
  • Bahasa pemograman D

Sebagian besar kerangka-kerja DTrace berada di dalam kernel.

Probe
Probe memiliki atribut-atribut berikut:

  • Probe disediakan oleh sebuah penyedia
  • Probe mengidentifikasikan nama modul dan fungsi yang menyatakan kemampuan instrumentasi probe tersebut
  • Probe memiliki sebuah nama

Keempat atribut ini mendefinisikan sebuah 4-tuple yang secara unik mengidentifikasikan setiap probe:

provider:module:function:name

Selain itu, setiap probe juga memiliki identitas berupa bilangan bulat yang unik.

Penyedia
Penyedia merepresentasikan sebuah metodologi untuk melakukan instrumentasi terhadap sistem. Penyedia menyediakan probe bagi kerangka-kerja DTrace. Penyedia menerima informasi dari DTrace ketika sebuah probe diaktifkan (enable) dan mentransfer kontrol ke DTrace ketika probe yang aktif memicu.

Beberapa penyedia yang ditawarkan oleh DTrace terdiri dari:

  • Penyedia syscall dapat secara dinamis merunut tititk-masuk dan titik-balik untuk setiap panggilan sistem (system call) Solaris.
  • Penyedia sched dapat secara dinamis merunut aktifitas penjadwalan yang penting
  • Penyedia sysinfo menyediakan probe-probe yang berhubungan dengan statistik “sys” di kernel.
  • Penyedia io menyediakan probe-probe perunut yang berkaitan dengan input dan output (I/O) disk.

Bahasa Pemograman D
Bahasa pemograman D digunakan untuk menspesifikasikan probe yang diinginkan dan mengikatkan aksi ke probe tersebut. Spesifikasi probe dan aksinya ini dikonstruksikan di dalam skrip D. Sintak-sintak di dalam skrip D mirip dengan pasangan “pattern action” milik. Bahasa pemograman D banyak mengambil sintak-sintak dari bahasa pemograman C.

Meskipun tanpa pengetahuan tentang bahasa pemograman C ataupun awk(1), program D pada dasarnya cukup mudah dituliskan dan dipahami.

Fitur-fitr bahasa D antara lain:

  • Menyediakan akses lengkap ke struktur data C Kernel, misalnya vnode_t
  • Menyediakan akses lengkap ke variabel-variabel statik dan global kernel
  • Menyediakan dukungan lengkapt terhadap operator-operator ANSI-C
  • Mendukung tipe data strings sebagai tipe data built-in (tidak seperti C, yang menggunakan tipe char * atau char[ ] yang ambigu).

Sekilas Pandang  DTrace

Utilitas dtrace menyediakan antarmuka generik ke semua layanan esensial yang disediakan oleh fasilitas DTrace facility, yaitu:

  • Opsi untuk menampilkan himpunan probe dan penyedia yang dipublikasikan oleh DTrace
  • Opsi untuk meng-enable probe secara langsung dengan menggunakan penspesifikasi deskripsi probe (provider, module, function, name)
  • Opsi untuk menjalankan pengkompilasi D dan mengkompilasi satu atau lebih file program D atau program D dituliskan langsung di perintah baris
  • Opsi untuk membangkitkan program perunut anonim
  • Opsi untuk membangkitkan laporan stabilitas program
  • Opsi untuk memodifikasi perunutan DTrace dan perilaku penyanggaan, dan meng-enable fitur-fitru pengkompilasi D tambahan

Sintaks umum contoh-contoh tersebut adalah:

dtrace -options provider:module:function:name {action}

Aksi DTrace
Aksi adalah pernyataan-pernyataan yang dapat diprogram oleh pengguna yang kemudian dieksekusi di dalam kernel oleh mesin virtual DTrace. Berikut ini adalah properti-properti aksi:

  • Aksi dilakukan ketika probe memicu
  • Aksi secara lengkap dapat diprogram dalam bahasa D
  • Sebagian besar aksi merekam beberapa status spesifik di dalam sistem
  • Sebagian aksi menggunakan ekspresi dalam bahasa D

Beberapa aksi dapat mengubah status sistem dengan cara yang telah terdefinisikan dengan baik

  • Aksi seperti ini disebut aksi desktruktif
  • Aksi destruktif tidak diizinkan secara default

Variabel-variabel Built-In DTrace
Berikut adalah beberapa variabel-varibel built-in D yang lazim dipergunakan:

  • pid – Nomor ID proses
  • execname – Nama file-tereksekusi (executable)
  • timestamp – Selang waktu terhitung sejak boot dalam nanoseconds
  • curthread – Pointer ke struktur kthread_t yang merepresentasikan thread
  • probemod – Nama modul probe
  • probefunc – Nama fungsi probe
  • probename – Nama probe

Fungsi-fungsi Built-In DTrace
DTrace juga menyediakan banyak fungsi built-in untuk melakukan aksi. Contohnya fungsi trace ( ) yang merekam hasil ekspresi D ke dalam penyangga perunutan.

  • trace(pid) merunut nomor ID proses
  • trace(execname) merunut nama dari file-tereksekusi
  • trace(probefunc) merunut nama fungsi sebuah probe

Menuliskan Skrip D

Program DTrace yang makin kompleks akan sulit jika dituliskan langsung di perintah baris. Perintah dtrace(1M) mendukung penggunaan skrip yang dispesifikasikan dengan opsi -s. Cara lain adalah dengan membuat file interpreter DTrace yang dapat dieksekusi langsung. File interpreter selalu diawali dengan baris:

#!/usr/sbin/dtrace -s

Contoh berikut adalah sebuah skrip yang merunut nama file-terksekusi pada saat terjadi titik-masuk setiap panggilan sistem:

# cat syscall.d
syscall:::entry
{
trace(execname);
}

Berdasarkan konvensi, skrip D diberikan akhiran .d suffix. Berikutnya skrip ini dapat dijalankan dengan cara berikut ini:

# dtrace -s sycall.d

Jika file syscall.d ditambahkan izin-akses eksekusi dan tambahkan baris pertama-nya pathname ke interpreter dtrace maka selanjutnya skrip ini dapat dieksekusi secara langsung:
#cat syscall.d
#!/usr/sbin/dtrace -s
syscall:entry
{
trace(execname);
}

# chmod +x syscall.d
# ./syscall.d

Aggregasi

Penggunaan aggregasi data akan lebih berguna daripada data-data individual dalam pemecahan pertanyaan yang berkaitan dengan kinerja. Contohnya, untuk mengetahui banyaknya page faults oleh sebuah process daripada terjadinya setiap individual page fault. Lebih bermanfaat untuk membuat tabel yang berisi nama proses dan jumlah total page faults setiap prosesnya.

Sintaks Aggregasi DTrace
Bentuk umum aggregasi DTrace adalah:

@name[ keys ] = aggfunc ( args );

  • Variable-variable ini didefinisikan sebagai berikut:
  • name – Name variabel aggregasi yang didahului oleh karakter @.
  • keys – Kumpulan ekspresi D yang dipisahkan oleh simbol koma
  • aggfunc – Salah satu fungsi-fungsi aggregasi DTrace
  • args – Kumpulan argumen yang sesuai dengan fungsi aggregasi dipisahkan oleh simbol koma

Predikat
Program D terdiri dari sekumpulan klausa-klausa probe. Klausa probe memiliki bentuk umum sebagai berikut:

probe descriptions
/ predicate /
{
action statements
}

Predikat (predicate) adalah ekspresi D yang terletak diantara simbol garis-miring / /. Predikat dievaluasi saat probe memicu untuk menentukan apakah aksi-aksi terkaitnya akan dieksekusi. Jika ekspresi D dievaluasi dengan nilai nol maka berarti false; jika dievaluasi dengan nilai bukan-nol maka berarti true. Penggunaan predikat bersifat opsional. Predikat selalu ditempatkan diantara deskripsi probe dan pernyataan aksi.
Speculative Healing

Bagian ini menjelaskan sebuah fasilitas DTrace yang disebut perunutan spekulatif, yaitu kemampuan perunutan data sementara yang kemudian akan diteruskan ke penyangga perunutan atau dibuang. Di DTrace, mekanisme utama untuk menyaring perunutan data yang tidak diperlukan adalah dengan predikat. Predikat berguna ketika diketahui kapan sebuah probe memicu tanpa mempedulikan apakah kejadian probe-nya adalah kejadian yang sedang menjadi perhatian atau tidak.

Contoh, jika kejadian yang menjadi perhatian adalah aktifitas yang berkaitan dengan proses tertentu atau pendeskripsi file tertentu maka  diketahui bahwa probe akan memicu jika probe ini terkait dengan proses atau pendeskripsi file yang sedang menjadi perhatian. Namun dalam situasi lain, bisa saja tidak diketahui  pasti apakah sebuah kejadian probe menjadi perhatian atau tidak hingga beberapa lama setelah probe memicu.

Sebagai contoh, jika sebuah panggilan sistem secara tidak teratur mengalami kegagalan dengan kode kesalahan umum (misalnya, EIO atau EINVAL) maka pengamatan terhadap path kode yang menyebabkan kondisi kesalahan perlu dilakukan. Untuk menangkap path kode dapat dilakukan dengan meng-enable setiap probe – tetapi hanya panggilan sistem yang gagal yang dapat diisolasi dengan cara demikian predikat yang sesuai dapat dikonstruksikan.

Jika kegagalan-nya sporadis atau tak-menentu,  dapat dipaksakan untuk melakukan perunutan terhadap semua kejadian yang mungkin menjadi perhatian dan kemudian melakukan ***-proses terhadap data untuk mem-filter kejadian yang tidak terkait dengan path kode yang gagal. Dalam kasus seperti ini, meskipun kejadian yang menjadi perhatian jumlah sedikit tetapi jumlah keseluruhan kejadian yang harus dirunut bisa sangat banyak, ini menjadikan ***-pemrosesan menjadi sangat menyulitkan.

Masalah seperti ini dapat diatasi dengan fasilitas perunutan spekulatif, dalam situasi seperti ini perunutan data sementara (tentative) dilakukan terhadap satu atau lebih lokasi probe kemudian membuat keputusan untuk mengkomitmen data ke penyangga prinsipal di lokasi probe yang lain. Hasilnya, data hasil perunutan hanya berisi keluaran dari kejadian yang menjadi perhatian, tidak diperlukan ***-pemrosesan dan beban-kerja DTrace menjadi kecil.

Fungsi-fungsi Spekulatif DTrace

  • speculation: memberikan nilai-balik berupa identitas untuk penyangga spekulatif baru
  • speculate: mengindikasikan bahwa klausa berikutnya akan dirunut ke penyangga spekulatif dengan identitas ID
  • commit: mengkomitmen penyangga spekulatif terkait dengan ID
  • discard: membuang penyangga spekulatif terkait dengan ID

Toolkit DTrace

Toolkit DTrace adalah sekumpulan skrip-skrip DTrace, dokumentasi, dan perintah-perintah baris yang dapat digunakan dengan segera untuk memanfaatkan DTrace tanpa perlu menuliskan skripnya dari awal. Version 0.96 dari toolkit ini terdiri dari lebih 100 scripts, dan dapat diunduh dari: http://www.opensolaris.org/os/community/dtrace/dtracetoolkit

Komponen-komponen utama toolkit DTrace adalah:

  • Skrip-skrip – Terdapat beberapa skrip utama di direktori teratas. Skrip-skrip lain dikumpulkan di dalam sub-direktori seperti  Disk dan FS. Direktori bin berisi link-link simbolik ke semua skrip yang ada.
  • Halaman-halaman manual di direktori Man
  • File-file contoh di direktori Docs/Examples
  • Kumpulan perintah-perintah baris di file Docs/oneliners.txt

sumber : http://miimlc.metrodata.co.id/forum/blogs/furqan

No responses yet

Apr 04 2009

karuwak

Launcing jaket Club linux Slacker m4ni@ DTE

Filed under Uncategorized

Sampel Bahan

Bentuk Luar

Bentuk Luar

Bentuk Dalam

Bentuk Dalam

Nich baru launching jaket untuk para club slacker DTE… tapi bisa juga dipesan oleh umum dengan kriteria harga sebagai berikut :

Anggota slacker m@nia / Anak DTE UGM –> Rp 90.000,00–

Selain diatas!!                –> Rp 100.000,00–

Ayo buruan pesan..!! Pemesanan mulai sekarang ampe terakhirnya tanggal : 8 Mei 2009

Ingat!! semua bordiran, bahan fluce cutton lo!!! Pemesanan dapat via e-mail ke karuwak@gmail.com dan harus langsung diambil ke DTE UGM bagi yang dijogja….

Format pemesanan via e-mail :

- Nama

- Nick/id yang mau dicetak

- No HP

- Email

- Alamat lengkap pengiriman ( + kode pos untuk luar daerah)

- Jenis jacket yang dipesan (DTE-UGM / id-slackware)

Untuk luar daerah para slacker m4ni@, ditambah biaya kirim ditanggung sendiri (+ 20Ribu) dan CP aja ke jodit, setelah konfirmasi ke email saya… Untuk no rekening akan saya kasih via e-mail ditanggal 8/9 mei ke e-mail yang mesan luar daerah.

No responses yet

Mar 28 2009

karuwak

Perbaiki bootloader linux yang dimakan jendela+s(windows)

Filed under linux / Slackware

Tutor ini menjelaskan cara perbaiki bootloader linux yang hilang, rusak atau laiinnya yang disesbabkan install windwos setelah install linux. Hal ini disebabkan MBR (Master Boot Record) hardisk diambil alih oleh boot managernya si jendela yang plit ntu…. he..

Lanngsung aja yach, yang perlu dipersiapkan adalah Linux live CD/USB dengan distro terserah aja, kemudian paket grub jika mau ganti bootloader slackwarenya. Paket grub udah ada dalam DVD installasi windows di folder Exksta..

Pertama, Jadikan kompi/lepi ente boot ke linux live CD/USB pada setingan biosnya. Dan cobalah booting dengan linux tersebut, misalnya ente mencoba dengan linux live CD slax/backtrack. Lakukan boot linux tersebut ampe dapat konsolenya… jika menggunakan linux backtrack, ente langsung berhadapan dengan konsolenya sebelum masuk ke X dengan user “root” password “toor” (tanpa tanda kutip).

Sekarang ente udah berada di shell linux. Langkah selanjutnya adalah check file system linux ente yang akan diinstall bootloadernya atau t4 posisi install bootloader sebelumnya dengan comman “fdisk -l” :

#fdisk -l

Disk /dev/sda: 160.0 GB, 160041885696 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 19457 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Disk identifier: 0xb0edb4ee

Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System

/dev/sda1 *           1        2432    19535008+  83  Linux
/dev/sda2            7297       19457    97683232+   5  Extended
/dev/sda3            2433        4864    19535040   83  Linux
/dev/sda4            4865        7296    19535040   83  Linux
/dev/sda5            7297        7418      979933+  82  Linux swap
/dev/sda6            7419       10456    24402703+  83  Linux
/dev/sda7           10457       19457    72300501   83  Linux

Partition table entries are not in disk order
Karena ane g’ punya filesystem windows, alias semuanya linux, maka kita tentukan aja linux yang bootloader sebelumnya berada pada /dev/sda1 atau mau diinstall disana. Setelah itu, mount dlu fs tersebut ke directory /mnt/*.

#mkdir /mnt/helpme

#mount /dev/sda1 /mnt/helpme

Mount proc-nya live usb ke drive linux yang akan direpair…

#mount -t proc /proc /mnt/sda1/proc

Change rootnya dengan :

#chroot /mnt/helpme

Ampe disini, tinggal aktifin lagi bootloadernya. Misalnya aktifin ulang bootloader lilo slackware ente, cukup dengan cara :

#liloconfig

Kemudian ente akan dihadapkan ke bluescreen instalasi lilo, ikuti aja :

Pilih simple > 1024X768X256 > Oke aja > No > MBR > habis ntu tunggu aja rebes tanpa eror..

Cara diatas adalah cara paling simple, cepat, gampang…. kalau mau repot, pilih aja expert dan diharuskan ente harus berpengelaman lah ama namanya linux, tentunya bootloader.

Setelah selesai, keluar dulu dari change root

#exit

Trus reboot de..

#reboot

Tapi ada sebagian permasalahan yang tidak bisa booting normar dengan lilo yang udah dibalikin… mungkin itulah masih ada kekurangan lilo, tapi masih ada solusi lain, yaitu dengan install grub, berikut cara lanjutinnya sebelum komputer ente direboot dan masih dalam live linux.

Anggap aja ente langsung rubah bootloadernya dengan grub yang udah dipersiapkan sebelumnya diflaskdisk ente… Pertama chek dlu posisi flaskdisk yang udah ditancapkan dengna command fdisk -l :

#fdisk -l

Disk /dev/sda: 160.0 GB, 160041885696 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 19457 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Disk identifier: 0xb0edb4ee

Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1   *           1        2432    19535008+  83  Linux
/dev/sda2            7297       19457    97683232+   5  Extended
/dev/sda3            2433        4864    19535040   83  Linux
/dev/sda4            4865        7296    19535040   83  Linux
/dev/sda5            7297        7418      979933+  82  Linux swap
/dev/sda6            7419       10456    24402703+  83  Linux
/dev/sda7           10457       19457    72300501   83  Linux

Partition table entries are not in disk order

Disk /dev/sdb: 1014 MB, 1014497280 bytes
65 heads, 32 sectors/track, 952 cylinders
Units = cylinders of 2080 * 512 = 1064960 bytes
Disk identifier: 0xc3072e18

Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System

/dev/sdb1 *           1         953      990704    b  W95 FAT32
Partition 1 has different physical/logical endings:
phys=(967, 64, 32) logical=(952, 39, 32)
Nah, misalnya flashdisknya dikenal sebagai /dev/sdb1. Tinggal dimount de…

#mkdir /mnt/flasqu

#mount /dev/sdb1 /mnt/sdb1

Copykan dlu ke directory linux yang akan diinstall grub sebelum di chroot ke linux yang akan diinstall grub misalnya sama dengan posisi fs tadi…

#cp /mnt/flasqu/grub-baru-kamu.tgz /mnt/helpme/opt

Setelah dicopykan, baru de change rootnya…

#chroot /mnt/helpme

Selanjutnya install grub baru ente / grub yang udah disiapkan sebelumnya.

#installpkq /opt/grub-baru-kamu.tgz

Tinggal aktifin de grubnya..

#grubconfig

trus di wizard blue screen, pilih aja :

simple > standard > enter ja lagi / lokasi hardisk install grub ente > MBR > Hard drive MBR /enter saja….

Udah rebes de.. tinggal keluar dari change root,

#exit

Trus reboot de… n nikmati grub baru ente…

#reboot

Kalau ente masih ada yang bingung, atau jangan lupa comment aja yach.. ntar saya bantu kalau ada yang salah… he… nich tutorial ntuk anggota club linux ane yang masih bingung.. padahal masih g’ jauh beda dengan tutorial restore kernel… tapi g’ pa2 lah.. yang penting saling membagi sesama pecinta FOSS!!

No responses yet

Mar 19 2009

karuwak

Konfigurasi Jaringan Via Console

Filed under linux / Slackware

Dalam konfigurasi jaringan di slackware, sebenarnya udah ada program exstra pada paket instalasi slackware 12.1/2.. Jika ente blum install paket exstra jaringan contohnya wicd.. Dapat juga dilakukan konfigurasi via konsole. Dikonsole ini, ada juga 2 cara yang dapat dilakukan.. yaitu semi gui dengan netconfig atau bahkan ente langsung edit manual file config jaringannya..

Ane akan mencoba share pengalaman tentang setting jaringan pada slackware.

Cara Pertama :

File configurasi card jaringan berada pada /etc/rc.d/rc.inet1.conf, tinggal edit aja dengan editor kesayangan ente ndiri.. Ane makek vim aja yach..

#vim /etc/rc.d/rc.inet1.conf

Contoh isi file rc.inet1.conf ane adalah :

# =============================================================================

# Config information for eth0:

IPADDR[0]=”192.168.1.156″
NETMASK[0]=”255.255.255.240″
USE_DHCP[0]=”"
DHCP_HOSTNAME[0]=”"

# Config information for eth1:
IPADDR[1]=”"
NETMASK[1]=”"
USE_DHCP[1]=”"
DHCP_HOSTNAME[1]=”"

# Config information for eth2:
IPADDR[2]=”"
NETMASK[2]=”"
USE_DHCP[2]=”"
DHCP_HOSTNAME[2]=”"

# Config information for eth3:
IPADDR[3]=”"
NETMASK[3]=”"
USE_DHCP[3]=”"
DHCP_HOSTNAME[3]=”"

# Default gateway IP address:
GATEWAY=”192.168.1.145″

Yang perlu ente perhatikan adalah tulisan yang diberi tanda tebal diatas. Jika card ente dideteksi sebagai eth0, maka yang diconfig yaitu IPADDR[0] dan jika dideteksi sebagai eth1, maka yang di configurasi dibagian IPADDR[1]. Gantilah Ip adress dan netmask sesuai dengan IP jaringan ente. Kemudian masukkan IP GATEWAY jaringan anda untuk akses keluar jariangan, misalnya internet.

Terakhir, tinggal isi DNS servernya yang berada di /etc/resolv.conf, berikut contoh pengisian DNS server di kos saya yang menggunakan ISP pesat Yogya.

nameserver 202.95.156.6
nameserver 202.95.156.13

DNS server diisi apabila ingin terhubung ke internet dan telah ditentukan oleh ISP yang anda gunakan..

Sampe disini setingan jaringan sudah rebes dilakukan, selanjutnya tinggal restart card LAN ente untuk melihat perubahan dan langsung menikmati kompie ente terhubung dengan jaringan. Pertama hidupkan dlu card LAN ente jika blon aktif :

#ifconfig eth0 up

restart service jaringannya dengan :

#/etc/rc.d/rc.inet1 restart

Selesai de configurasi jaringan dengan cara IP statis.. Selanjutnya car setting jaringan dengan semi GUI.. he.. masih konsole blue screen.

Cara kedua

Cara ini lebih simple dari pada cara pertama, karena hanya membutuhkan 1 command console doang… Command yang dibutuhkan adalah “netconfig” dengan akses root:

#netconfig

Enter Host Name –> Isi dengan nama komputer ente, misalnya karuwak (he..he..)

Enter DomainName For …… (host name) –> masukin domain ente kalau ada, misalnya isi dengan karuwak.blog.friendster.com.. he.

Set IP Address For …… (Doamin name) –> Sesuaikan dengan jaringan ente.. misalnya ente ipnya statis.. pilih static IP.

Enter IP Address For …… (Doamin name) –> Masukan IP address yang akan ente gunakan…

Enter Netmask For Local Network –> Masukan Netmasknya.. yang sering digunakan adalah kelas C dengan netmask 255.255.255.0 yang berfungsi sebagai penentu banyak host yang terhubung ke jaringan.

Enter Gateway Address –> Masukan Gateway Address jaringan ente..

Nah, selanjutnya ente akan ditanyain “Use A Name Server” ??? Jika ente terhubung ke internet menggunakan DNS server, tinggal pilih yes dan masukin DNS servernya..

Nah, ampe disini lo selesai de.. ntar diperlihatkan dalam sebuah form tentang semua konfigurasi yang telah kita masukan.. jika sudah sesuai.. tinggal di “Accept” aja / atau restart langsung hasil perubahannya biar langsung bisa dilihat perubahannya… Disini ada kekurangannya, soalnya DNS server hanya bisa dimasukkin satu saja… sedangkan biasanya ada lebih dari satu DNS server yang disediakan oleh ISP sebagai cadangan koneksi… Untuk itu kita harus menambahkan DNS-nya pada /etc/resolv.conf seperti cara pertama… Setelah ntu restart lagi de card lan ente untuk melihat hasil perubahannya seperti cara pertama….

Tinggal Loe pilih suka yang mana?? Intinya hanya satu, sama2 configurasi jaringan.. he… Untuk meyakinkan bahwa configurasi anda udah jalan, coba check dengan command “ifconfig” (tanpa tanda kutip) dengan akses root.

No responses yet

Mar 17 2009

karuwak

Restore Kernel Yang Gagal Boot / Kernel Panic linux

Filed under linux / Slackware

Pernah ngelami kernel pingguin anda panic kan?? mungkin gara2 utek-utek kernel / upgrade kernel.. atau bootloadernya yang bikin masalah.. Disini, ane akan mencoba sharing sedikit pengalaman waktu sering ngelami kernel panic, gagal boot dan cras / blank waktu pingguin ane boot.. Nah dari itu ada mbah ane yang ngasih solusi.. he..

Langsung aja yach!! Anggap aja ente habis upgrade kernel terbaru, kemudian kernel terbaru tesebut ente salah config, akibatnya kernel ente ada masalah dan tidak bisa boot pingguinnya.. Caranya simple aja kok… Yang perlu ente persiapin hanya CD-resque linux aja… Apaan tu BOS?? wah, terserah ente aja.. bisa gunakan Live CD linux atau bisa juga dengan linux Live USB..

Pertama Booting dengan Live CD linux yang ente punya, yang penting dapat akses konsole aja.. G’ usah yang GUI juga g’ apa-apa.. misalnya menggunkan Lice CD Slax anaknya si slackware.. Nah, tinggal boot aja dengan konsole only.. biar cepat bootnya..

Setelah Booting ke slack berhasil, Diminta password login.. tinggal masukin aja password loginnya dengan “root” trus passwordnya “toor” (tanpa tanda kutip). Disini, ente dapat akses root. So, next step, cek dlu pastisi hardisk linuxnya yang akan kita selamatin..

#fdisk -l

Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System

/dev/sda1 *           1        2432    19535008+  83  Linux
/dev/sda2            7297       19457    97683232+   5  Extended
/dev/sda3            2433        4864    19535040   83  Linux
/dev/sda4            4865        7296    19535040   83  Linux
/dev/sda5            7297        7418      979933+  82  Linux swap
/dev/sda6            7419       10456    24402703+  83  Linux
/dev/sda7           10457       19457    72300501   83  Linux

Partition table entries are not in disk order
Misalnya lokasi root linux ente di /dev/sda1 yang udah ditandai tebal diatas, maka tinggal mount aja dengan :

#mkdir /mnt/diselamatkan

#mount /dev/sda1 /mnt/diselamatkan

Sekarang mount juga proc dari Live CD linux ke proc linux yang akan diselamatkan.. Tujuannya, biar pastisi linux yang dibaca live CD linux juga dibaca oleh linux yang akan di resque..

#mount -t proc /proc /mnt/diselamatkan/proc

Nah, tinggal change root linux live CD tersebut ke linux yang akan di resque..

#chroot /mnt/diselamatkan/

Selanjutnya, tinggal edit tu kernel ente agar ditujukan ke kernel sebelumnya dengan mengembalikan simbolic linknya ke kernel sebelumnya.. misalnya kernel lamanya yang berhasil boot yaitu vmlinuz-huge-smp-2.6.27.7-smp, config-huge-smp-2.6.27.7-smp dan System.map-huge-smp-2.6.27.7-smp.

#ln -sf vmlinuz-huge-smp-2.6.27.7-smp vmlinuz

#ln -sf config-huge-smp-2.6.27.7-smp config

#ln -sf System.map-huge-smp-2.6.27.7-smp Sytem.map

Selanjutnya tinggal dimasukin ke boot loader lilo ente…. biar dibaca gitu oleh lilo saat boot nantinya..

#lilo -v

Tinggal keluar de dari change root-nya…

#exit

Selesai de…  Tinggal reboot lepi anda ke pingguin yang baru ente perbaiki…

#reboot

Selamat mencicipi lagi, dan selamat ber exsperimen dengan kernel lagi.. Maaf kalau ada yang kurang yach.. soalnya ane nulis yang ada di pikiran aja ( tanpa live praktek), karena berdasarkan pengalaman ane aja.. Jika ada yang kurang, jangan lupa comment aja, biar ane perbaiki lagi tulisan ngaur nich..

No responses yet

Mar 15 2009

karuwak

Tutorial Upgrade Kernel Linux

Filed under linux / Slackware

Kenapa harus upgrade Kernel?? Banyak faktor yang mengharuskan kita mengupgrade kernel pingguin kita, contohnya faktor security, Support driver, dan lainnya..

Pada tulsian ini akan dijelaskan panduan ringkas tentang cara-cara upgrade kernel pinguin distro slackware. Standart instalasi slackware 12.2, yaitu menggunakan kernel linux-2.6.27.7. Trus gimana caranya upgrade kernel anda ke versi yang lebih tinggi??? misalnya kekernel linux-2.6.28.7!! ikuti aja step dari ocehan karuwak ini nich…

Langsung aja ke topicnya yach.. Pertama yang dibutuhkan adalah download kernel linuxnya yang biasanya adalah dalam kompresan *.tar.bz2, Ente dapat mendownloadnya di www.kernel.org atau miror local aja di repo ugm atau kambing UI.. Download kernel terbaru tersebut, dan misalnya udah didownload dan disimpan diderektory home ente. Contohnya direktori homenya di /home/karuwak/linux-2.6.28.7.tar.bz2. Masuk ke konsole anda, kemudian jadikan akses anda menjadi root, selanjutnya copykan kernel baru tersebut pada direktory /usr/src.

$su
Password:
#cp /home/karuwak/linux-2.6.28.7.tar.bz2 /usr/src

ekstrak kernel tersebut dengan cara :

#tar -xvf linux-2.6.28.7.tar.bz2

masuk ke direktory hasil ekstrak ente tersebut,

#cd linux-2.6.28.7

lakukan pembuatan file .config sebagai file kinfigurasi kernel lama yang akan digunakan untuk kernel baru kita.

#make oldconfig

misalnya ente bingung dengan berbagai pertanyaan yang harus dijawab y/n!! mending di “n” semua, kecuali ada modul yang ente ketahui dan berguna untuk device lepi/compi ente.. Setelah selesai, lakukan konfigurasi ulang kernel barunya sebelum dicompile dengan cara :

#make menuconfig

Setelah konfigurasi kernel selesai dilakuakan, dan disave, selanjutnya ente compile dengan cara :

#make -j3

Biar proses compile dilakukan lebih cepat, yaitu dengan cara compile paralel, rumusannya adalah . Ane pernah jalan-jalan ke blog tetangga yang pernah membahas compile kernel dengan cara paralel ini. Tunggu aja yach ampe rebes… soalnya agak lama dan tergantung juga dengan spec dari lepi/compi ente sendiri. Selanjutnya lakukan pembuatan modul kernel yang akan digunakan nantinya dengan cara :

#make modules_install

Ampe disini, tinggal ente copy-kan kernel baru tersebut ke direktory /boot, yang dibutuhkan vmlinuz, .onfig, System.map :

#cp arch/i386/boot/bzImage /boot/vmlinuz-2.6.28.7

#cp .config /boot/config-2.6.28.7

#cp System.map /boot/System.map-2.6.28.7

Selanjutnya masuk ke direktory /boot :

#cd /boot

Lakukan pembuatan simblic link ke kernel baru :

# ln -sf vmlinuz-2.6.28.7 vmlinuz

# ln -sf config-2.6.28.7 config

# ln -sf System.map-2.6.28.7 System.map

Terakhit adalah masukin ke boot lilonya… biar dibaca oleh lilo pada saat boot..

#lilo -v

Setelah itu tinggal boot de lepi/compi ente untuk menikmati kernel terbarunya.. Jika terjadi gagal boot atau eror atau kernel panic… tinggal balikin ke kernel sebelumnya.. untuk tulisan reque kernel yang gagal boot, tunggu aja yach di tulisan selanjutnya… InsyaAllah ane akan bikin diwaktu luang de…

No responses yet

Older Posts »